Takut Si Kecil Mengalami Iritasi Kulit? Cegah dengan Cara Cerdas Ini!

mencegah iritasi kulit bayi

Vousic – Menjaga kesehatan bayi memang jauh lebih sulit dibandingkan dengan menjaga kesehatan diri sendiri. Hal tersebut dikarenakan bayi jauh lebih rentan terkena berbagai penyakit akibat antibody atau sistem kekebalan tubuh yang masih belum sempurna. Tidak hanya tubuh saja, namun kulit mereka juga sangat sensitif sehingga sangat rentan bagi para bayi mengalami berbagai masalah kulit yang membuat orang tua merasa kerepotan. Salah satu hal yang sering mengganggu kulit si kecil adalah iritasi. Iritasi tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal, bisa dari adanya bakteri, kebersihan sang bayi yang tidak dijaga, serta bisa juga karena produk kulit yang digunakan tidak cocok.

Untuk itu, perhatikanlah kulit si kecil dan hindari dari terjadinya iritasi dengan menggunakan cara berikut:

mencegah iritasi kulit bayi

1. Mengetahui Cara Mencuci Baju

Setiap dari kita pastinya mengetahui bagaimana cara mencuci pakaian yang paling tepat. Namun ternyata mencuci pakaian orang dewasa dan bayi sangatlah berbeda. Anda harus berhati-hati sekali dan menggunakan berbagai peralatan khusus agar tidak mempengaruhi bahan dari setiap pakaiannya. Untuk mengetahui cara mencuci pakaian bayi yang paling tepat, Anda bisa mengunjungi https://www.sleekbaby.co.id/1000-hari-perlindungan/detail/beberapa-hal-yang-harus-bunda-perhatikan-saat-mencuci-pakaian-si-kecil.

2. Sabun Mandi Cair

Tentunya Anda harus sekali memandikan si kecil dengan menggunakan sabun khusus yang cocok dan sesuai dengan jenis kulit mereka. Jangan sampai memandikannya dengan menggunakan sabun orang dewasa karena mampu menyebabkan masalah yang lebih parah dibandingkan dengan iritasi. Gunakan sabun cair yang lebih mudah ketika diaplikasikan pada bayi serta dapat digunakan secara menyeluruh. Karena ada begitu banyak jenisnya, maka Anda bisa memilih sabun Sleek yang dibuat dengan alami dan berkualitas. Informasi lebih lengkapnya bisa Anda temukan di https://www.sleekbaby.co.id/products/detail/baby-liquid-soap.

3. Menggunakan Produk Berkualitas

Jika takut si kecil mengalami iritasi kulit, maka Anda harus teliti dalam memilih produk mana yang akan di pakaikan pada mereka. Akan lebih baik jika memilih produk yang terkenal akan kualitas dan namanya sudah dipercaya di Indonesia seperti Sleek. Ada begitu banyak produk kulit untuk bayi yang aman dan sangat efektif untuk kulit si kecil karena Sleek selalu mementingkan kualitas dan performanya sehingga kulit mereka pun dapat selalu sehat dan cantik.

5 Penyebab Utama Tumbuh Kembang Seorang Anak Tidak Sesuai Usianya

Vousic – Memiliki anak yang tumbuh dan berkembang normal sesuai tahap usianya merupakan harapan setiap orang tua. Sayangnya, tumbuh kembang anak tidak semuanya sama dan ada beberapa yang tidak sesuai dengan usianya. Nah, sebagai orang tua, penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab utama terjadinya kondisi ini yang 5 di antaranya yaitu sebagai berikut.

1. Kurang ASI

Penyebab utama dan pertama yang kerap disinggung oleh praktisi kesehatan terkait hal-hal yang menjadi kendala tumbuh kembang seorang anak, khususnya bayi di bawah 2 tahun. Begitupula dengan bayi baru lahir yang butuh kolostrum dari ASI pertama. Setelah 2 tahun, ASI bisa diganti dengan susu formula yang tinggi kandungan protein dan kalsiumnya.

2. Susah Makan

Penyebab kedua tidak normalnya tumbuh kembang anak adalah susah makan. Padahal, jelas jika anak-anak sangat rentan mengalami kekurangan gizi, khususnya protein (malnutrsi). Oleh karena itu, penting untuk Anda menjaga waktu makan dan asupan penting yang mempengaruhi tumbuh kembang pada anak seusianya.

Selain itu, Anda juga hati-hati dengan anak usia prasekolah (balita) yang terlihat doyan makan tapi banyak asupan penting yang ditolaknya. Banyak kasus malnutrisi dan obesitas pada anak yang diakibatkan oleh kesukaan mereka pada mie instan dan menyisihkan sayuran.

3. Kurang Tidur

Bagi anak-anak, tidur bukan sekadar pelepas penat akibat aktivitas harian yang begitu padat. Tidur yang berkualitas dan lama sangat membantu tumbuh kembangnya. Setiap otot penyusun tubuhnya mengalami pertumbuhan saat mereka tertidur. Bahkan, untuk bayi yang baru lahir, penting untuk tidur lebih dari 20 jam.

4. Jarang Olahraga

Penyebab utama berikutnya adalah jarang olahraga. Tapi, gerakannya tentu berbeda dengan gerakan olahraga yang dilakukan oleh remaja dan dewasa. Untuk bayi tahun pertama, aktivitas merangkak merupakan salah satu caranya.

Sedangkan untuk anak usia di atasnya, aktivitas bermain, berjalan, sampai lari-larian juga bisa dikategorikan olahraga. Intinya, semua aktivitas alami yang dilakukan mereka bisa disebut olahraga. Salah satu penyebab anak seusia mereka enggan bermain (berolahraga) adalah karena kecanduan gadget sehingga penting untuk Anda membatasi penggunaannya.

5. Sering Sakit

Anda tentu sudah sering mendengar anak SD yang mengalami gangguan dalam tumbuh kembangnya akibat pernah sakit demam parah saat masih bayi. Nah, untuk mengantisipasi hal ini, Anda harus selalu siap siaga dan memperhatikan setiap asupan dan aktivitas mereka selama masih bayi, termasuk pemberian obat yang sebaiknya sesuai anjuran dokter.

Sedangkan untuk anak yang usianya lebih besar, jatuh sakit membuat mereka tidak nafsu makan sehingga turut mempengaruhi tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, agar tumbuh kembang anak usia ini tidak terganggu, usahakan untuk memulihakan kesehatan sesegera mungkin dengan memberinya asupan tambahan berupa vitamin dan suplemen khusus anak.