Perusahaan yang Lahir Dengan Nama Raja Garuda Mas Ini Menyalurkan Listrik Untuk Masyarakat

Vousic – Selama ini masalah kelistrikan masih menjadi masalah krusial yang tak terpecahkan di berbagai pelosok negeri. Sukanto Tanoto yang merupakan pendiri dari Royal Golden Eagle yang berdiri dengan nama awal Raja Garuda Mas mengambil alih langkah unik untuk negeri. Walaupun berstatus non pemerintah dan non profit, RGE melalui sebuah yayasan filantropi Tanoto Foundation yang dirintis oleh Sukanto Tanoto bersama Tinah Bingei Tanoto menyalurkan listrik untuk masyarakat yang membutuhkan.

Kini daerah yang sudah butuh arus listrik sudah terpenuhi dengan baik. Selain menyalurkan listrik masalah air atau sanitasi juga diperhatikan dan turut diberikan sebagai bagian bakti dari RGE group untuk negeri. Tentu sebuah tindakan yang perlu dan wajib diapresiasi.

Saluran Listrik Persembahan Raja Garuda Mas Untuk Masyarakat

Dalam kaitannya dengan kelistrikan, Royal Golden Eagle selama ini sudah memiliki banyak solusi jitu. Setelah dengan jeli berusaha mengurangi limbah dan memanfaatkannya, akhirnya RGE memiliki solusi atas masalah listrik yang ada di daerah perusahaannya berdiri.

Perusahaan – perusahaan dibawah naungan Royal Golden Eagle pada awalnya memang mengalami kesulitan untuk dapat menemukan suplai listrik yang pas dalam membantu proses produksinya. Tingkat elektrifikasi yang rendah juga kemudian menjadikan mereka tak dapat mengandalkan dukungan dari PLN atau Perusahaan Listrik Negara secara terus menerus. Atas dasar inilah kemudian perusahaan yang berada dibawah naungan RGE mencari solusinya. Salah satu solusi yang didapatkan akhirnya adalah membuat suatu pembangkit tenaga listrik sendiri.

Keputusan RGE terkait dengan solusi menyalurkan listrik untuk masyarakat memang sangat cerdas. Dengan solusi ini tidak hanya masyarakat yang mendapatkan manfaatnya melainkan perusahaan juga dapat menggunakan listrik milik sendiri yang jauh lebih stabil dan sesuai pemenuhan kebutuhan perusahaan secara mandiri dan berkelanjutan. RGE benar – benar memanfaatkan limbah produksi sebagai sumber energi listrik yang dibangun.

Salah satu perusahaan dibawah naungan RGE yang turut melakukan pemanfaatan atas limbah produksi adalah Asian Agri. Anak perusahaan dari Sukanto Tanoto yang berkecimpung dalam dunia industri kelapa sawit ini kemudian menggunakan limbah produksinya untuk memproduksi listrik. Asian Agri juga kemudian segera berusaha membangun Pembangkit Listrik Tenaga Biogas yang mana fasilitas ini dibangun dalam rangka memanfaatkan limbah cair yang merupakan proses pengolahan kelapa sawit yang dikenal selama ini sebagai Palm Oil Mill Effluent yang diolah sedemikian rupa sampai menjadi suatu biogas yang akan diubah ke dalam energi listrik pada akhirnya.

Sebuah PLTBg yang didirikan mendapatkan dukungan penuh dan mendapatkan dana investasi yang sangat besar dari Asian Agri. Pada setiap satu PLTBg dana 4,7 juta dolar Amerika diberikan atau dananya sekitar 63,5 miliar jika dirupiahkan. Sampai tahun 2017 kemarin sudah terdapat sebanyak tujuh buah PLTBg yang bisa dimanfaatkan oleh Asian Agri, anak – anak perusahaan RGE dan juga bagi masyarakat setempat. Hanya saja bagi Asian Agri pencapaian tersebut masih belum  cukup. Rencananya pencanangan pembuatan atau pendirian PLTBg akan terus menerus dilakukan sampai tahun 2020 mendatang.

Dukungan dari pemerintah dan juga masyarakat setempat secara khusus tentu menjadi suatu hal yang sangat diinginkan dari Asian Agri dan RGE untuk kemajuan infrastruktur dan juga daerah tempat berdirinya perusahaan tersebut agar semua anak perusahaan dibawah naungan RGE dapat memberikan dukungan secara lebih baik kepada pemerintah, dan juga sekaligus masyarakat setempat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*